Indonesian Subculture adalah sebuah organisasi bergerak di bidangseni budaya rajah/tato dan tindik tubuh, untuk menghadapi berbagai macam masalah seiring dengan meningkatnya kekhawatiran masyarakat tentang kesehatan dan keamanan dalam industri tato/tindik Indonesia. Ketiadaan usaha spesifik dalam mengajarkan standar prosedur dan pengetahuan dasar bagi para pekerja seni tato/tindik mengenai hal pengendalian, pencegahan, hingga terjadinya peningkatan penyebaran penyakit, membuat industri ini menghadapi persoalan dalam bidanghukum dan kesehatan.

Dengan meningkatnya kekhawatiran masyarakat luas akan hal ini, informasi akurat sangat penting untuk membantu masyarakat khususnya para generasi muda Indonesia, untuk mengerti kebenaran tentang HIV dan transmisi hepatitis. Melalui edukasi dan pengetahuan, Indonesian Subculture dan anggotanya memasyarakatkan pengertian bahwa tato/tindik profesional merupakan ekspresi kesenian yang aman. Menyadari butuhnya perubahan dalam hal tersebut, sebuah kelompok orang-orang profesional dalam bidang ini membentuk Indonesian Subculture sebagai aliansi seni rajah dan tindik tubuh Indonesia (Alliance of Indonesian Tattoo Art and Body Piercing).

Peran Indonesian Subculture penting bagi pekerja seni tato/tindik, komunitas yang mereka layani, dan masyarakat luas. Pihak hukum - meskipun belum pernah melihat aplikasi tato/tindik -- seringkali memiliki konsep dan cara pandang yang salah tentang industri ini. Kami ingin mengedukasi pihak hukum & masyarakat luas khususnya generasi muda tentang mitos dan kesalahan informasi dengan fakta yang telah diteliti. Walaupun Indonesian Subculture memiliki peraturan tersendiri, kami menerima bahwa terkadang regulasi eksternal tidak dapat dihindari. Dengan hukum yang bersifat adil, wajar, dan dapat dipaksakan; cara terbaik untuk mencapainya adalah pendekatan dan melalui penyatuan suara yang terorganisir.

Diharapkan pihak kesehatan dan pembuat aturan hukum dapat mengenal Indonesian Subculture sebagai profesional, etis, dan organisasi yang terotorisasi dalam industri tersebut. Melalui edukasi, kesadaran dan pendekatan yang aktif dalam menjelaskan kebenaran, mitos dan salah konsep dalam bidang tato/tindik. Testimoni kesuksesan kami dapat dilihat dari periklanan tato dan tindik di Indonesia. Pada akhir tahun 90-an, sangat sedikit studio yang mengetahui tentang sterilisasi autoclave, peralatan steril, sarung tangan steril, maupun jarum tato/tindik sekali pakai. Sekarang, ini semua menjadi standar prosedur operasional dalam industri ini.

...

KODE ETIK

Meningkatkan partisipasi dan apresiasi terhadap seni budaya rajah dan tindik tubuh yang bersumber pada tradisi kultural daerah, serta menjaga khazanah dan kekayaan intelektual bangsa Indonesia.

Menjalankan prosedur dengan baik dan benar, mengikuti semua ketentuan dan peraturan sesuai standar operasional prosedur kerja yang sudah ditetapkan, menggunakan teknik yang sehat berdasarkan pengetahuan teoritis dan konseptual, serta menggunakan peralatan dan perlengkapan yang sesuai dengan tujuan dari alat itu sendiri, dengan menaati peraturan dan ketentuan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mengutamakan profesionalisme dalam menyediakan pelayanan yang baik dan berkualitas, berprinsip yang netral dalam usaha, dapat mempertimbangkan situasi, bijaksana dan hati-hati bertindak dalam mengambil keputusan, sebagai pertanggungjawaban serta kepedulian terhadap kebutuhan konsumen.

Mempertahankan komunitas dan berbagi pengetahuan dengan rekan kerja, terus berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian, dengan berpartisipasi dalam kegiatan pendidikan yang berhubungan dengan bidangnya maupun aktivitas yang mendukung, dan berusaha untuk mencari aspek-aspek baru dalam praktek kerja secara profesional.

...

ENTER
Secretariat: Jl. Kemang I No.3B/7 Bangka, Mamp.Prapatan Jakarta 12730 - Indonesia.
E-mail: info@indonesiansubculture.org /Mobile: +62856.1891.791


www.indonesiansubculture.org
Copyrigth © 2004 - 2013 All Rights Reserved.